Assalamu'alaikum Wr Wb

Minggu, 21 Maret 2010

Riya' (PAMER) adalah termasuk Dosa Syirik kecil


Mengapa Riya’ (PAMER) sering disebut sebagai Syirik kecil?

Dalam kitab hadits Arbain Nawawy disebutkan bahwa Alloh akan mengampuni semua dosa hambanya sehingga sebesar 7 lapis bumi dan 7 lapis langit ataupun lebih, dengan catatan dia mau bertobat dengan sungguh – sengguh, tapi Alloh tidak akan mengampuni Dosa Syirik meskipun sebesar zarroh pun.

Dan, kita tahu Syirik itu ialah mensekutukan Alloh dengan sesuatu yang lain, sedangkan kita tahu bahwa Alloh itu Esa . Contoh perilaku Syirik sesungguhnya yang kita ketahui misalnya seperti menyembah berhala, memuja pohon, benda keramat, percaya pada dukun atau ramalan, dll. Di sini dapat kita ambil kesimpulan yang intinya bahwa Syirik itu “ menganggap setiap sesuatu yang datang kepada kita entah itu nikmat ataupun musibah adalah datang dari selain Alloh”.

Setelah pengertian Syirik sudah jelas. Lalu mengapa Nabi Muhammad SAW dalm haditsnya bersabda bahwa “Riya’ (PAMER) adalah sekecil – kecilnya Syirik”.

Sobat, ketahuilah jika kita memamerkan sesuatu, secara tidak langsung kita akan meYakini bahwa hal – hal yang kita pamerkan atau kita banggakan berasal dari kita sendiri, seakan lupa kalau itu adalah anugerah dari Alloh Swt. Misalnya kita mendapatkan nilai 100 dalam ulangan, kemudian nilai itu kita pamer – pamerkan pada teman2 kita, seolah kita lupa kalau nilai itu adalah pemberian Alloh Swt yang harus di syukuri, bukannya pamer kesana kemari.

Sobat, RIYA’ itu adalah salah satu penyakit yang membahayakan, penyakit ini datang karena biasanya sikap sombong. Kita harus tahu bahwa sifat ini (PAMER dan SOMBONG) sangatlah berkaitan.
Jika membanggakan KEKAYAAN, KEPINTERAN, KEALIMAN, atau JABATAN yang tinggi kepada orang lain, pasti orang itu akan mengira kalau kita Sombong atau Pamer.

Lalu bagaimana dengan Hukumnya?
Apakah Alloh Swt tidak akan juga mengampuni dosa orang yang Pamer? mungkin hanya inilah jawaban yang bisa diberikan. Karena masalah PAHALA dan DOSA adalah HAK Alloh Swt. Karena itu agar lebih berahati – hati dan juga tidak terbebani resiko Dosa Syirik,

Alangkah mulyanya jika kita mulai mengurangi sifat suka pamer.., bersyukur jika kita bisa menghindari sifat Pamer ini.
Untuk itu kita harus selalu bersyukur atas setiap Karunia Alloh Swt yang kita peroleh.
Qona’ah juga harus kita terapkan, karena terlalu berharap juga salah satu penyebabnya.

Selamat merenung. Dan semoga bermanfat. Amin.

"........ Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan" (QS. AN-Nisa 36)
read more...

Satu Kebaikan Diganjar 10 Kali Lipat


DI PAGI yang cerah, seorang pengemis datang ke rumah Imam Ali bin Abi Thalib. Badannya kurus kering, pakaiannya cumpang camping, dan rambutnya tidak terurus. Ia datang kepada beliau meminta makanan. Imam Ali pada saat itu sedang berdiri di muka pintu. Lalu beliau menyuruh anaknya Hasan “Ya Hasan, masuklah ke dalam, minta dari ibumu, Fatimah, uang satu dinar yang masih tersisa 6 dinar dari uangku” kata beliau. Sayyidina Hasan langsung masuk kedalam meminta uang kepada ibunya sesuai dengan perintah ayahnya.
Tak lama kemudian Hasan pun keluar tanpa membawa apa apa. Ia menjelaskan bahwa ibunya tidak memberikanya karena uang yang 6 dinar, katanya, akan digunakan untuk membeli tepung gandum. Dengan sedikit jengkel beliau berkata kepadanya “Tidak akan benar iman seseorang sehingga ia berkeyakinan bahwa apa yang berada di tangan Allah lebih baik dan lebih afdhol dari pada apa yang berada di tangannya”. Kemudian ia menyuruh lagi anaknya Hasan untuk mengambil uang satu dinar dari ibunya, Fatimah. Adapun kali ini Hasan keluar dengan membawa uang satu dinar. Imam Ali mengambil uang itu lalu diserahkan kepada pengemis tadi.

Belum sempat Imam Ali ra masuk ke dalam rumahnya, tiba tiba seseorang datang dengan menuntun seekor unta. Ia menawarkan beliau untanya seharga 140 dirham. Tanpa tawar menawar, Imam Ali ra setuju membelinya. Beliau menjajikannya akan membayar harga untanya di sore hari. Orang itu pun setuju. Lalu imam Ali mengikat unta tadi di depan rumahnya.
Di siang harinya ada seseorang melewati rumah beliau. ia melihat seekor unta diikat di depan rumah. Ia bertanya kepada beliau “Apakah unta ini akan dijual?”. Beliau menjawab “ Ya, betul unta itu akan kujual dengan harga 200 dirham. Apakah kau berminat membelinya?”. Orang itu melihat lagi unta tersebut untuk kesekian kalinya. Akhirnya, Ia tertarik untuk membelinya. “Ya, aku berminat membeli unta ini dengan harga 200 dirham”, ujarnya. Orang itu langsung merogoh kantongnya dan membayar kontan harga unta sebesar 200 dirham kepada Imam Ali ra.

Di sore harinya orang yang menjual untanya kepada Imam Ali datang untuk menagih uang penjualanya. Beliau langsung memberikan kepadanya 140 dirham sesuai dengan perjanjian. Untung Imam Ali dari penjualan unta 60 dirham diberikan kepada istrinya, Fatimah ra. Dengan keheranan siti Fatimah menerima uang itu seraya berkata “Dari mana kau dapatkan uang sebanyak ini?”. Imam Ali pun tersenyum, lalu berkata “Ini adalah apa yang telah dijanjikan Allah melalui lisan nabi kita Muhammad saw (Barangsiapa membawa amal baik maka baginya pahala sepuluh kali lipat).” Al an’am 160
Kisah di atas patut dijadikan bahan renungan. Agar kita memiliki sikap hidup yang selalu memberi perhatian kepada yang miskin, yang lemah dan yang di bawah. Biarpun kita kaya dan memiliki harta berlimpah-limpah, semua itu tak berarti sedikit pun jika tak memiliki sifat perhatian untuk mengangkat yang di bawah dan menolong yang miskin. Nah, kalau begitu, jadilah kita seseorang yang memiliki jiwa seperti Imam Ali ra dan seperti yang diajarkan Nabi agar tetap memiliki rasa kesederhanaan agar tidak menimbulkan iri dan dengki terhadap kelompok miskin.
Kalau kita tidur, Allah tidak tidur. Kalau kita lupa Allah tidak akan lupa Dunia itu berputar, sesaat ia berada diatas dan sesaat lagi berada di bawah. Kalau kita sedang berada di atas jangalah angkuh, bangga dan lupa kepada yang di bawah, sebaliknya kalau kita berada di bawah jangalah gelisah atau putus asa. Sesungghunya di langit itu ada kerajaan yang Maha Besar, tertulis di depan pintu gerbangya: “Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan Kami” almu’minun 17
Maka, cintailah yang di bumi agar yang di langit mencitaimu.
Wallahua’lam

-- Zafira --
read more...

MEMPUNYAI EMPAT ISTERI...,, Mana yg paling setia..???


Assalamu'alaikum wr wb,,

Teruntuk sahabat2 saya yg merasa berjenis kelamin laki-laki...Uuppsss!! MAAF maksud saya khusus buat Kaum Adam... Topik yg saya tulis x ini mungkin menarik dilihat dari judulnya.."Mempunyai Empat Isteri..." memang menarik utk disimak...tapi jangan terburu nafsu,, karena topik ini sesungguhnya buat kita semua manusia (laki-laki maupun perempuan),
marilah kita kaji lebih jauh muatan makna yg terkandung dlm kisah dibawah ini....

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri.

Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia tercantik diantara semua isteri2nya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu kwatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain.

Begitu juga dengan isteri ke-2. sang saudagar sangat menyukainya karena ia ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Kapan pun sang saudagar mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Demikian pula dengan isteri Pertama, ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya.

Suatu hari sang pedagang jatuh sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal dunia. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, ” saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendirian, betapa menyedihkan”.
Lalu pedagang itupun memanggil semua isteri2nya...untuk di pertanyakan tentang kesetiaan masing2..

ISTERI KE-4 : NO WAY
Pedagang bertanya kepada isteri ke-4nya. ” Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?” ia terdiam ……” tentu saja tidak mau !” jawab isteri ke-4nya dan pergi begitu saja tanpa kata terakhir yang terucap. Jawaban ini sangat menyakitkan hati, seakan sembilu mengiris-iris hati sang saudagar.

ISTERI KE-3 : MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih, lalu bertanya pada isteri ke-3. ” Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kamu ikut denganku dan menemani akhir hayatku?” isterinya menjawab, ” hidup begitu indah, akau akan menikah lagi jika kau mati. ” bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya mendadak terasa demam.

ISTERI KE-2 : SAMPAI LIANG KUBUR
Kemudian ia memanggil isteri ke-2. ” Aku selalu berpaling kepadamu setiap aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?” jawab isterinya, ” maafkan aku kali ini, aku tidak bisa menolongmu, aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”

ISTERI KE-1 : SETIA BERSAMA SUAMI
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, ” Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi.
Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh kesamping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus, seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu berguam, ” Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, wahai isteriku ….”

Dalam HIDUP KITA Memang DIWARNAI 4 PENDAMPING yg sesungguhnya adalah sbb:

1) TUBUH KITA (isteri ke-4)
Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dan suatu batas ruang dan waktu. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

2) STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN (isteri ke-3)
Saat kita meninggal, semua akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

3) KERABAT DAN TEMAN (isteri ke-2)
Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita takkan bisa terus bersama mereka. Mereka akan mengantar hanya sampai ke liang lahad saja, setelah itu mereka akan meninggalkan kita sendiri.

4) JIWA DAN AMAL KITA (isteri ke-1)

Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.
Jadi, selagi mampu perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukan

Demikianlah kisah tentang 4 isteri yg sesungguhnya hanyalah kiasan dari pendamping Kehidupan kita di Dunia sampai Akhirat.

Jazakallah khoiron katsir...


Wassalamuálaikum wr wb,
Shofie (fiek's)
read more...

Sabtu, 20 Maret 2010

Please Forgive Me, MAMA


lelaki itu sudah mengabdi kepada ibunya sampai tuntas,ia menggendong ibunya yang lumpuh, memandikan dan mensucikannya dari semua hadastnya, ikhlas penuh ia melakukannya.
Tetapi entah kenapa ia lalu bertanya pada Umar Bin Khattap:" apakah pengabdianku sudah cukup untuk membalas budi ibuku?" lalu Umar menjawab," tidak! tidak cukup !
karena kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sembari mengharapkan kehidupanmu”.
Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang ibu, sebab cinta itu mengalir dari darah dan ruh. anak adalah buah cinta dua hati yang tidak dititipkan dalam dua rahim.ia hanya dititipkan dalam rahim sang ibu sambil mengambil sari pati kehidupan sang ibu.
Mungkin ada yang bisa kita balas. ada sepucuk harapan baginya tentang tempat yang lebih terhormat di surga berkat doa-doa sang anak... doa-doa kita.
read more...

Tolong Jaga Mata Saya Baik-Baik !!!


Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Dia membenci semua orang, kecuali pria kekasih tercintanya. Dia selalu ada untuknya. Gadis itu mengatakan kalau seandainya dia bisa melihat, maka dia akan menikahi pria kekasihnya itu.

Suatu hari, seseorang mendonasikan sepasang matanya untuknya agar dia bisa melihat segalanya, termasuk kekasihya itu. Kekasih prianya itu bertanya padanya, “karena sekarang kau sudah bisa melihat, apakah sekarang engkau mau menikahiku?”. Gadis itu shock dan kaget karena kekasihnya itu ternyata juga buta, dan dia menolak untuk menikahinya.

Pria itu pun pergi dengan berderai air mata, dan beberapa waktu kemudian dia menuliskan surat untuk gadis itu.
“TOLONG JAGA MATA SAYA BAIK-BAIK…..”

Beginilah manusia berubah ketika status mereka berubah. Hanya beberapa orang yang mengingat seperti apa hidupnya dahulu, dan siapa yang telah menemaninya pada saat-saat menderita.
read more...

BERTENGKAR ITU INDAH...???

Assalamu'alaikum wr wb,

Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga. Kalau seseorang berkata, "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya!" kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristri, dan atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat-saat tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja diantarkan dalam muatan emosi.

Kalau tahu etikanya, dalam bertengkar pun kita bisa mereguk Hikmah. Betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan-pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.

Ketika akan menikah, cobalah untuk memikirkan dan merancang masa depan kehidupan berumah tangga. Satu hal yang jangan sampai terlupa adalah, merumuskan apa yang harus dilakukan jika bertengkar. Beberapa poin di bawah ini barangkali bisa menjadi "ikatan pengertian" di saat bertengkar.

Bertengkar tidak boleh berjamaah..!!!
Cukup seorang saja yang marah marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjamaah. Seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika Anda marah dan dia mau menyela, segera Anda katakan, "STOP! ini giliran saya!"
Begitupun jika giliran dia yang marah, jangan ikut ambil bagian. Katakan dalam hati, "Duhai Kekasih, bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka di padang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu...."

Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah usang/masa lalu.
Siapa pun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapa pun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang Pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangun.

Kalau saya terlambat pulang dan ia marah, maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apa pun kecamannya, adalah "Ungkapan Rindu yang dalam". Tapi bila itu dikaitkan dengan seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh.

Bila teh yang disajinya tidak manis, sepedas apa pun saya marah, maka itu adalah "Harapan ingin disayangi lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dengan kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya..?" maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups..!! saya telah membunuhnya, membunuh cintanya.
Padahal kalau cintanya mati, siapa yang kehilangan..???

Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga!
Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa waktu, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya.
Dan konsep Al-Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40).

Saya tidak akan terpancing marah bila cuma saya yang dia marahi. Tapi kalau ibu saya diikut sertakan, jangan coba-coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapa pun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa orang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini".

Kata ayah saya, "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak." Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari maafnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..."
Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!

Kalau marah jangan di depan anak anak!
Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita. Karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar Rumah Tangga kita. Anak yang melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya? Membela ibu, tapi itu kan bapak saya.

Misalnya, ketika anak mendengar ayah-ibunya bertengkar:

IBU : "Saya ini capek, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, memang saya ini BABU?!"

BAPAK : "Saya juga capek, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu. Saya datang hormatmu tak ada, memang saya ini KUDA?!"

* ANAK : "Yaaa ... Ibu saya babu, Bapak saya kuda ....terus saya ini apa?"

Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran!" ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata bahasa hati kita?

Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat! Pada setiap tahiyyat kita berkata, "Assalaa-mu 'alaynaa wa 'alaa'ibaadilahissholiihiin," Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh.
Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai-Nya, padahal nyawamu di tangan-Nya.

OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis Maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Illahi. Marahlah habis Subuh, tapi jangan lewat waktu Zuhur, Atau maghrib sebatas Isya... Atau habis Isya sebatas..? Nnngg... Ah kayaknya kita sepakat kalau habis Isya sebaiknya memang tidak bertengkar...

Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah "Proses belajar untuk mencintai lebih intens" ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.

SUBHANALLAH....,, ternyata Pertengkaran juga ada Hikmahnya...


Wassalam'alaikum wr wb,
Shofie (fiek's)

Papaaa...Mamaaa.... STOOOPPP..!!!

idiiiihhhh.....sewot aacchhh..!!!
read more...

Jumat, 19 Maret 2010

AGAR REMAJA TAK GAGAL MERAIH KEBAHAGIAAN...

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatu,,

KEBAHAGIAAN merupakan sasaran terbesar yang hendak dituju seluruh manusia. Tak terkecuali para pemuda dan remaja. Mereka menganggap bahwa masa-masa yang mereka lalui adalah masa untuk berbahagia dan bersenang-senang.

Setiap pemuda dan pemudi menghabiskan tenaga dan memanfaatkan energi mereka untuk menggapai kebahagiaan. Masa sekarang merupakan masa inovasi dan teknologi yang juga digunakan untuk mengembangkan beragam sarana kebahagiaan. Mereka berasumsi bahwa kebahagiaan adalah terpuaskannya kenikmatan-kenikmatan duniawi.

Oleh karenanya, tak sedikit dari remaja dan pemuda yang berlomba-lomba untuk memperkaya diri, berbusana elok, makan dan minum enak, dan lainnya. Namun pertanyaan selanjutnya, “Apakah benar mereka telah mencapai kebahagiaan?” Jawabannya adalah, “Tidak!”

Hal-hal di bawah ini menjadi premis atas jawaban tersebut:

1. Merebaknya obat-obatan terlarang di antara keputusasaan dan rasa frustrasi di kalangan remaja.

2. Tingkat kriminalitas yang tinggi.

3. Klinik konsultasi kejiwaan selalu disesaki pasien-pasiennya yang kebanyakan berusia muda belia.


Semua bukti tadi menunjukkan bahwa kebanyakan remaja gagal mendapatkan kebahagiaan di dunia ini, kecuali mereka yang mendapatkan ampunan Allah. Jika demikian, bagaimana caranya menggapai kebahagiaan?

Kita bisa mendapatkan jawabannya di dalam Al-Qur’an. Allah Yang Maha Kuasa menggambarkan dirinya dengan menyatakan, “Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (Al-Mulk: 14)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui jalan menuju kebahagiaan yang sangat didambakan ciptaan-Nya, karena Dia-lah yang menciptakan manusia. Allah juga berfirman, “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (Thaha: 123)

Berarti, kebahagiaan dapat diraih dengan jalan mengikuti petunjuk Allah. Sedangkan orang yang menjauh dari jalan Allah, maka dia akan diterpa kesengsaraan dan kesulitan. Sebagaimana dinyatakan dalam ayat selanjutnya, “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha: 124)

Dalam ayat lainnya Allah menjanjikan kebahagiaan kepada siapa saja yang beramal shaleh. Dia berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97)

Dengan demikian, kehidupan baik yang merupakan salah satu faktor kebahagiaan di dunia merupakan janji Allah bagi orang-orang beriman yang beramal baik. Ketika mengomentari “kehidupan yang baik”, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan, “Ia merupakan ketenangan dan kebahagiaan hati yang disebabkan manisnya keimanan. Kehidupan, cahaya, dan kekuatan hati sangat dipengaruhi kualitas keimanan. Iman tak ubahnya makanan, pengobatan, dan perawatan bagi hati. Inilah makna kebahagiaan bagi orang-orang beriman.”

...kehidupan baik yang merupakan salah satu faktor kebahagiaan di dunia merupakan janji Allah bagi orang-orang beriman yang beramal baik...

Sementara makna keimanan bagi para pecinta dunia adalah memiliki banyaknya istana, kendaraan-kendaraan yang mewah, harta benda, makanan dan minuman enak, serta terpenuhinya hasrat seksual. Sejatinya, makna kebahagiaan seperti demikian adalah makna yang menjadi paradigma orang-orang kafir. Allah berfirman:

“Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan Jahanam adalah tempat tinggal mereka.” (Muhammad: 12)

Jadi jelas, kebahagiaan tidak terletak pada terpuaskannya kesenangan-kesenangan keduniaan. Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan hati yang dipenuhi dengan ketenangan dan ketenteraman.
[voa-islam.com]



Wassalamuálaikum wr wb,,
Shofie (fiek's)
read more...

Kamis, 18 Maret 2010

---TIPS MENJADI SUAMI IDAMAN...---


Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatu...,,,

Berikut ini beberapa Tips buat laki2 agar sukses menjadi seorang Suami..:

1. Tampil rapih, bersih dan wangilah untuk istri anda. Kapan terakhir kali kita para suami pergi berbelanja baju yang bagus? Seperti halnya para suami yang ingin istrinya tampil cantik untuknya maka para istri pun sama yaitu ingin suaminya tampil tampan untuk mereka. Ingatlah bahwa Nabi Muhammad SAW selalu menggunakan siwak jika pulang ke rumah dan beliau menyukai wangi-wangian.

2. Gunakan nama panggilan kesayangan khusus untuk istri anda. Nabi Muhammad SAW memberi nama kesayangan untuk istri-istrinya. Gunakan panggilan kesayangan untuk istri anda yang ia sukai dan jangan menggunakan nama panggilan yang bisa melukai perasaannya.

3. Jangan perlakukan dia seperti halnya nyamuk. Kita tidak pernah memikirkan nyamuk sampai nyamuk tersebut menggigit kita. Dan jangan sampai para suami cuek, membiarkan istrinya seharian penuh dan hanya memberi perhatian ketika istrinya 'menggigit' atau minta diperhatikan. Jangan perlakukan para istri seperti halnya nyamuk; perlakukan mereka dengan baik dan berikan perhatian kepada mereka tanpa harus menunggu 'digigit'.

4. Jika para suami melihat ada yang salah dengan istri mereka, cobalah untuk diam dan tidak mengeluarkan komentar. Seperti itulah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau melihat sesuatu yang tidak cocok pada istri-istrinya. Inilah cara yang hanya dikuasai oleh sedikit laki-laki Muslim.

5. Tersenyumlah ketika anda para suami melihat istri anda dan peluklah mereka dengan rutin. Senyum adalah sedekah bagi tiap Muslim yang melakukannya begitu pun dengan tersenyum kepada istri anda. Bayangkan hidup anda dengan dia yang selalu melihat anda tersenyum. Dan juga ingatlah sebuah hadits ketika Nabi Muhammad SAW mencium istrinya sebelum melaksanakan shalat meski saat itu beliau sedang berpuasa.

6. Berterima kasihlah kepada dia atas semua yang dilakukannya untuk anda. Lalu ucapkan terima kasih lagi. Contohnya ketika makan malam. Istri anda sudah memasak, membersihkan rumah dan banyak lagi pekerjaan yang harus ia lakukan. Dan kadang setelah selesai makan malam ucapan yang ia dapatkan adalah bahwa kurangnya garam dalam sop yang dimasak oleh istri anda. Jangan bersikap seperti itu; berterima kasihlah.

7. Minta kepada istri anda untuk menuliskan 10 hal terakhir yang anda lakukan untuknya yang bisa menyenangkan dia. Lalu lakukan dan kemudian minta lagi. Mungkin akan sulit jika anda menebak sendiri apa yang bisa menyenangkan istri anda. Anda tidak perlu menebak-nebak, tanyakan kepadanya, lalu lakukan dan ulangi terus sepanjang hidup anda.

8. Jangan anggap tidak penting permintaan istri anda. Buat istri anda nyaman. Terkadang para suami mungkin terlihat tidak bersemangat ketika istri mereka meminta sesuatu. Nabi Muhammad SAW mencontohkan kepada kita dalam suatu ketika kejadian Safiyyah RA menangis karena beliau menempatkan dia di onta yang lambat jalannya. Lalu beliau sapu air matanya, menghibur dia dan membawakan onta untuknya.

9. Bercanda dan bermainlah dengan istri anda. Lihat bagaimana Nabi Muhammad SAW sering balap lari dengan istrinya Siti Aisyah RA di gurun. Kapan terakhir kali kita bercanda dan bermain dengan istri kita seperti halnya yang pernah Nabi Muhammad SAW lakukan?

10. Selalu ingat sabda Nabi Muhammad SAW: "Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku." Cobalah untuk menjadi yang terbaik.

Jangan lupa untuk berdoa kepada Allah SWT agar rumah tangga anda menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Sesungguhnya Allah SWT Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita semua. Amin...


---28 KUNCI KEBAHAGIAAN---

Berikut ini adalah tips-tips untuk mencapai kebahagiaan yang diberikan oleh Sheikh `A'id Al-Qarni (Pengarang buku La Tahzan / Jangan bersedih):

1. Apabila anda berada pada pagi hari, jangan menunggu datangnya waktu sore. Hiduplah dalam batasan hari ini saja. Curahkan perhatian anda untuk memperbaiki hari ini. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut:

"Ketika kamu di sore hari, jangan mengharap untuk melihat esok pagi, dan ketika anda di pagi hari jangan mengharap untuk melihat sore hari."(Al-Bukhari)

2. Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian yang
terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohon.

3. Biarkan masa depan datang dengan sendirinya. Jangan mencemaskan hari esok, kerana jika anda telah memperbaiki hari ini, pastilah hari esok akan baik pula.

4. Jangan mudah tergoncang pada kritikan. Jadilah orang yang teguh pendirian dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri Anda setara dengan kritikan tersebut.

5. Yakinlah kepada Allah SWT dan berbuat baik; kedua hal itu adalah resep agar hidup anda lancar dan bahagia.

6. Ketahuilah, bahwa dengan dzikir kepada Allah, hati menjadi tenang dan dosa akan terhapus. Dengan dzikir pula, Zat Yang Maha Mengetahui segala hal yang ghaib akan meridhai dan segala kesusahan akan sirna.

7. Anda harus tahu dengan pasti bahwa semua yang terjadi telah sesuai qada' nya.

8. Jangan pernah mengharap ucapan terima kasih dari orang lain. Cukup bagi anda pahala yang diberikan oleh Dzat tempat bergantung semua makhluk. Anda tak perlu takut kepada orang kufur, pendendam, dan iri.

9. Persiapkan diri Anda untuk menerima kemungkinan terburuk

10. Mungkin yang telah terjadi adalah yang terbaik untuk anda meskipun anda belum memahaminya kenapa bisa seperti itu.

11. Semua qadha’ bagi seseorang muslim baik adanya.

12. Hitunglah segala nikmat yang telah Allah berikan kepada anda dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat tersebut.

13. Keadaan anda lebih baik dibanding yang lain.

14. Kemudahan selalu ada bahkan di tiap kesusahan akan ada kemudahan.

15. Ketika dalam kesulitan seseorang harus selalu shalat dan berdoa sedangkan ketika diberikan kemudahan seseorang harus bersyukur dan berterimakasih.

16. Bencana-bencana yang datang menguji anda semestinya memperkuat hati anda dan membentuk kembali pandangan anda dalam cara yang positif.

17. Jangan biarkan hal-hal yang sepele menjadi sebab kehancuran anda.

18. Selalu ingat bahwa Tuhanmu adalah Maha Pengampun.

19. Kembangkan sikap luwes dan hindari marah.

20. Kehidupan ini tak lebih hanya sekedar roti, air dan bayangan. Maka tak usahlah bersedih jika semua itu ada.

(Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan
terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.) (Adz-Dzaariyaat 51: 22)

21. Sesuatu yang paling jahat yang semestinya terjadi akhirnya tidak pernah terjadi.

22. Lihatlah mereka yang diberikan kesusahan lebih daripada kita dan bersyukurlah bahwa kita diberikan sedikit kesusahan dibanding mereka.

23. Camkan di pikiran bahwa Allah SWT mencintai mereka yang tabah dalam menghadapi ujian, jadilah seperti salah satu dari mereka.

24. Secara rutin ucapkanlah doa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika kita menjalani masa-masa sulit.

25. Bekerja keraslah pada sesuatu yang menghasilkan dan jauhi kemalasan.

26. Jangan menyebarkan gosip dan jangan pula mendengarkannya. Jika anda mendengar gosip secara tidak sengaja maka janganlah mempercayainya.

27. Ketahuilah bahwa kebencian dan usaha anda untuk membalas dendam lebih berbahaya bagi kesehatan anda sendiri dibandingkan ke musuh anda.

28. Kesukaran yang menimpamu akan menghapus dosa-dosamu seandainya kamu bersabar.

Sumber: Islamonline


Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatu,
Shofie (fiek's)
read more...

Kisah Rasulullah SAW dan seorang pengemis..


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yangmembawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung kerumah anaknya Aisyah R A yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?". Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja". Apakah Itu?", tanya Abubakar RA. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu, lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya,si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?".
Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa." "Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangi ku", bantah sipengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?
Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangi ku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... " Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

-- Zafira --
read more...

Gara-gara Bubur Kental


Diriwayatkan bahwa Junaid Al-Baghdadi setelah wafat, kedudukannya digantikan oleh seorang lelaki yang bernama Muhammad Al-Hariri. Dia telah bermukim di Makkah setahun dengan tidak pernah berbuka (selalu berpuasa) dan tidak tidur, tidak menyandarkan punggungnya pada dinding dan tidak pernah menjulurkan kedua kakinya.
Setelah umurnya mencapai enam puluh tahun dia duduk pada maqam wali Quthub. Maka ada orang bertanya kepadanya, “Keajaiban manakah yang pernah engkau lihat?”
Dia menjawab, “Ketika aku sedang duduk di sebuah sudut, tiba-tiba seorang pemuda datang masuk dengan tidak bertudung kepala, tidak beralas kaki, rambutnya kusut dan wajahnya pucat. Dia mengambil air wuduk dan mengerjakan solat dua rakaat. Kemudian menyembunyikan kepalanya ke dalam kerah bajunya hingga tiba waktu Maghrib. Lalu dia mengerjakan solat Maghrib bersama kami. Kemudian menyembunyikan kepalanya lagi ke dalam kerah bajunya.
Secara kebetulan pada malam itu ada jemputan dari Khalifah Baghdad untuk orang-orang sufi supaya memberikan nasihat, maka kami bermaksud keluar untuk memenuhi jemputan itu. Aku berkata pada pemuda fakir itu, “Hai seorang fakir, apakah engkau mahu keluar bersama kami untuk memenuhi jemputan Khalifah?”
Dia menjawab, “Aku tidak mempunyai keperluan dengan Khalifah. Tetapi aku hanya menginginkan engkau membawakan bubur kental untukku.”
Berkatalah aku dalam hati, “Dia tidak sependapat dengan aku untuk memenuhi undangan dan dia hanya ingin sesuatu dariku. Lalu aku meninggalkannya dan datang di majlis Khalifah. Kemudian aku datang lagi di sudut tempatku yang biasa. Aku melihat pemuda itu seolah-olah dia sedang tidur. Maka aku pun tidur. Dalam tidur itu aku bermimpi melihat Rasulullah SAW bersama dua orang tua yang bersinar wajahnya, sedang di belakang baginda ada serombongan besar yang bersinar seluruh wajahnya.
Ada orang mengatakan kepadaku, “Ini adalah Rasulullah, di sebelah kanannya adalah Nabi Ibrahim Khalilullah dan di sebelah kirinya adalah Nabi Musa Kalimullah. Sedang rombongan di belakangnya adalah seratus dua puluh empat ribu Nabi salawatullaahi ‘alaihim ajma’in.”
Menghadaplah aku kepada Rasulullah SAW untuk mencium tangannya, tetapi baginda memalingkan wajahnya dariku. Kemudian aku berbuat demikian untuk kedua dan ketiga kalinya dan baginda tetap memalingkan wajahnya dariku. Bertanyalah aku, “Ya Rasulullah, kesalahan apakah yang aku lakukan? Mengapa engkau memalingkan wajahmu dariku?”
Baginda memandangku dengan wajah yang memerah seperti yaqut merah kerana mulianya. Baginda bersabda, “Ada seorang fakir dari orang-orang fakir kami menginginkan bubur kental darimu, tetapi engkau kikir dan engkau biarkan dia dalam keadaan lapar pada malam ini.”
Terbangunlah aku dengan ketakutan dan gementar seluruh persendianku. Lelaki muda itu telah pergi dan aku tidak dapat menjumpainya di tempatnya yang biasa. Maka aku pun keluar dan tiba-tiba aku melihat pemuda itu sedang bersiap sedia hendak pergi. Aku berkata, “Hai pemuda, demi Allah yang telah menciptakan engkau, bangunlah sesaat hingga aku datang kepadamu dengan bubur kental.”
Tetapi pemuda itu memandangku dengan tersenyum. Dia berkata, “Hai Syeikh, siapa yang menginginkan sesuap bubur kental dari engkau? Lalu bagaimana engkau dapat bertemu dengan seratus dua puluh empat ribu Nabi yang datang kepadamu dengan memberikan syafaat untuk sesuap bubur kental?” Dia berkata begitu lalu menghilang.
read more...